|
Orang hidup dalam kehidupannya mereka sendiri, begitupun diriku hidup dalam kehidupan ku sendiri, sakit ku, ngiluku, nyeri hati ku hanya bisa aku yang merasa.... Oleh karenanya, Aku tertarik untuk membicarakan akan hidup, apa itu hidup, untuk apa kita hidup, falsafah hidup, kenapa ada kehidupan (Subhanallah...), dan lain sebagainya. Tapi apakah mereka yang terlelap di emperan toko merasakan yang kian berputar ini (hidup), bagi mereka dan kita yang bisa berucap syukur maka mereka bisa merasa hidup itu, tapi bagi mereka yang tidak bisa berucap syukur, maka tidak akan mereka rasakan walau pun mereka hidup bergelimang permata... Oleh karenanya disini saya akan persembahkan salah satu buah karya ku bagi mereka yang terlelap di emperan itu..... buat yang terlelap disana...
| carikan aku sampan |

|
| tuk arungi bahtera senduku |
Disini anda akan menemukan siapa aku sebenarnya, di sini mungkin Anda akan lebih tahu dari pada diriku sendiri. Orang pandang ku, bahwa aku adalah aku, tetapi aku slalu tanya siapa aku?
Telinga pernah dengar sebuah kata bijak, dari seorang bijak entah siapa namanya. Sebenarnya orang itu terbagi menjadi empat (4) golongan; pertama, tahu bahwa ia tahu; kedua, tahu bahwa ia tidak tahu; ketiga, tidak tahu bahwa ia tahu; keempat tidak tahu bahwa ia tidak tahu. Cernalah kata bijak ini maka Anda akan mengerti..........
Disini akan ku persembahkan salah satu buah pena ku, dan mungkin Anda akan lebih banyak menemui buah karya-buah karyaku yang lainnya di situs ini...........
Elegi Waktu
Kawan...
Cekung mataku tertimbun
onggokan waktu
Dalam termanguku
di beranda rumahku
mengawasi senin-minggu
yang sedang dolanan
Kawan...
Putih rambutku
tersemir terik hari-hari
Dalam letihku
mengisahkan kota-kotaku
yang terlarang untukku
pada anak cucu
Terik ini rumahku
Hari-hari ini berandaku
dengan temaram
lampu 5 watt penerang rumahku
tempatku berlindung
dari srigala di luar sana
Kawan...
Aku...
Purwakarta
Rabu, 02 Okt '02
|